 |
Zarin melihat business card mangsanya
"Lawyer rupanya" - Zarin
 |
 |
Alarm kereta
berbunyi, mangsa seterusnya
"Hai, you yang kerja kat atas?" - Zarin
"Yes" - Wanita
"Apa hal ni?" - Zarin
"Alarm problem" - Wanita
"Aaa.. itu perkara mudah. Biar saya tolong. Tunggu ye?"
- Zarin
"Thank you" - Wanita
 |
 |
Zarin
'kemalangan' di hutan
"Tolong, tolong... tolong, tolong, tolong!" - Zarin
(Amir datang menolong) "Tolong encik.." - Zarin
"Awak boleh bergerak?" - Amir
"Kaki saya.. terseliuh" - Zarin
"Jangan bergerak. Tunggu saya turun" - Amir
(Amir mengangkat kaki Zarin) "Yang tu okay.. yang ni. Yang
ni.. urgh!" - Zarin
"Maafkan saya, biar saya tarik dari bawah ya? Kalau saya bantu awak boleh bangun
tak?" - Amir
"Saya cuba.." - Zarin
"Kita cuba ya" - Amir
 |
 |
Di rumah tumpangan Amir dan Zita
(Zarin terjatuh dan Zita datang menolong) "Maafkan
saya, saya nak ke bilik air" - Zarin
(Zita menolong membawa Zarin) "Hai.. sampai bilik mandi pun nak
berteman?" - Zita
(Zita melepaskan tangan Zarin) "Emph!" - Zita
"Maafkan saya" - Zarin
 |

|
Amir, Zita dan Zarin berkenalan
"Hati-hati, parang tu tajam" - Amir
"Cantik" - Zarin
"Saya beli di Sarawak" - Amir
"Oo.." - Zarin
"Saya Amir" - Amir
"Saya Zarin. Terima kasihlah kerana telah menyelamatkan
saya" - Zarin
"Tak apa.. lagi pun saya dah lalu kat situ" - Amir
"Saya fikir saya akan mati dekat situ" - Zarin
"Saya rasa lebih baik encik Zarin mandi dulu, kemudian kita makan sama-sama"
- Amir
"Baiklah" - Zarin
(Zita muncul dari dapur) "Eh, ingat sayang cakap dengan siapa
tadi" - Zita
"Haa.. mari sayang" - Amir
"Encik Zarin, ini isteri saya.. Zita" - Amir
"Sayang, ini Zarin" - Amir
"Saya minta maaf kerana telah menyusahkan awak berdua"
- Zarin
"Tak mengapa" - Zita
"Sayang dah siap masak? Kami berdua dah lapar ni"
- Amir
"Okay, tunggu kejap ya?" - Zita
"Encik Zarin boleh pakai bilik air saya" - Amir
"Eh, tak apalah.. saya pakai bilik air lagi satu" - Zarin
"Bilik air di bawah tu rosak. Mari, ikut saya.."
- Amir
"Encik Amir, beg saya..?" - Zarin
"Ada, ada di atas. Mari.." - Amir
 |
 |
Makan malam
"Saya, entah macam mana.. boleh tergelincir. Nasib baik encik Amir lalu dekat
situ" - Zarin
"Kebetulan.." - Amir
"Banyak ke encik Zarin dah menulis?" - Zita
"Banyak juga" - Zarin
"Emm.. Oh, ni kira-kira tengah nak tulis tentang hutan-hutan
kitalah.." - Amir
"Nampaknya.. begitulah" - Zarin
"Berapa lama encik Zarin nak habiskan masa dalam hutan
ni?" - Zita
"Ingatkan dua tiga hari lagi nak balik KL" - Zarin
"Beginilah encik Zarin. Apa kata encik Zarin tinggal di sini sehari
dua.. sehingga encik Zarin betul-betul sembuh" - Amir
"Eh, tak apalah.. sebab, ini pun dah menyusahkan" - Zarin
"Tak ada menyusah-menyusahnya.." - Amir
"Kan sayang?" - Amir (kepada Zita)
"Baiklah.." - Zarin
"Haa.. kan bagus begitu encik Zarin. Sila, makan.."
- Amir
"Terima kasih" - Zarin
 |
 |
Selepas makan malam
"Hmm.. kalau begitu betullah apa yang saya sangkakan encik
Amir.." - Zarin
"Apa dia encik Zarin?" - Amir
"Tak adalah.. minggu lepas saya ternampak gambar encik Amir dalam
suratkhabar.. Itu encik Amir kan?" - Zarin
"Iya.. betul" - Amir
"Tak sangka saya, saya akan diselamatkan oleh seorang
jutawan" - Zarin
"Hmm.. suratkhabar suka besar-besarkan cerita, encik Zarin"
- Amir
 |
 |
Zarin duduk atas
katil, Zita sedang tidur
(Zita sangkakan Amir di sebelahnya) "Hmm... awalnya sayang
bangun.." - Zita
(Zita menoleh lalu terkejut) "Hah, apa ni?!" - Zita
"Sorry, ingatkan semua dah keluar" - Zarin
 |
 |
Amir menunggang motorsikal
"Huh, hebat!" - Zarin
"Ini pun dah lama saya tak bawa. Awak baru bangun?"
- Amir
"Lama dah.. Ingat nak mandi, tapi Zita tidur lagi" - Zarin
"Ohh.. tak apa, nanti saya kejutkan dia" - Amir
 |
 |
Zita terjatuh
"Zita! Sakit?" - Zarin
"Terseliuh.." - Zita
"Dekat mana? Kat sini?" - Zarin
(Amir muncul dari luar) "Kenapa ni sayang?! Sayang, kenapa
ni?" - Amir
"Terjatuh.." - Zita
"Hei.. sayang ni..." - Amir
(Zarin sedang memegang kaki Zita) "Zarin, biarkan
saya. Zarin? Zarin?.. biarkan saya" - Amir
"Sayang, sayang boleh bangun?"
- Amir
"Boleh.." -
Zita
"Mari abang angkat" - Amir
 |
 |
Zarin sedang bersantai di ruang tamu
"Encik Amir, nak ke mana?" - Zarin
"Nak pergi isi petrol dalam generator tu sekejap"
- Amir
"Hmm.." - Zarin
(Zarin melempar kulit
pisang keluar jendela)
 |
 |
Zarin
datang dari belakang lantas memicit bahu Zita
(Zita sangkakan Amir) "Hmm... bestnya sayang picit.."
- Zita
(Zarin berbisik) "Sakit lagi kaki tu?" - Zarin
"Hah!!" - Zita
(Amir muncul dari luar dan terkejut melihat keadaan)
"Dah baik kaki tu?" - Zarin (kepada Zita)
"Ada apa sayang?" - Amir
"Tak ada apa-apa sayang" - Zita
Macam mana dengan generator tu?" - Zarin
"Sudah.. sudah diisi minyaknya" - Amir
 |
 |
Zarin berada di bilik Amir dan membuka almari pakaian
"Eh! Apa yang awak buat kat sini Zarin?" - Amir
"Baju saya semuanya dah kotor.. ingat nak pinjam
sehelai" - Zarin
(Amir memilih sehelai baju dan memberikannya kepada Zarin)
"Huh!" - Amir
(Zarin membelek baju tersebut) "Tak berapa sukalah colour
ni" - Zarin
(Zarin melihat ke dalam almari) "Err.. kalau yang tu?"
- Zarin
(Amir memberikan baju yang ditunjuk oleh Zarin)
"Terima kasih ya" - Zarin
 |
 |
Bermain catur
"Hebat encik Amir main catur" - Zarin
(Zita muncul tiba-tiba) "Sayang.. jumpa sekejap"
- Zita
"Zarin, awak jangan usik buah-buah catur ni ye?" - Amir
"Janji!" - Zarin
 |
 |
Uncle Gopal mengunjungi Amir dan Zita buat kali kedua
"Sayang, siapkan tempat tidur untuk Uncle ye?" - Amir
(kepada Zita)
"Tak payahlah encik Amir. Malam ni, saya mesti kena balik
juga.. Auntie kurang sihat. Lagipun dia seorang diri di
rumah" - Uncle Gopal
"Oh.. baiklah Uncle, nanti saya hantar" - Amir
(Amir memandang Zarin dalam curiga)
"Tak apa Amir, biar saya hantar Uncle balik" - Zarin
"Betul ke awak tak kisah?" - Amir
"Eh, betul.. apa salahnya. Lagipun, awak suami isteri dah banyak
menolong.." - Zarin
(Zarin menghidupkan enjin motorsikal) "Naik Uncle" - Zarin
"Selamat malam Uncle" - Amir
"Selamat malam" - Uncle Gopal
 |
 |
Dalam perjalanan menghantar Uncle Gopal
"Zarin, kenapa kita berhenti dekat sini?" - Uncle
Gopal
"Nak kencing" - Zarin
 |
 |
Balik dari
'menghantar' Uncle Gopal
(Zarin mengetuk pintu dan Amir datang membuka) "Maaf, mengacau
tidur" - Zarin
"Tak apa.. Senang ke awak cari jalan balik?" - Amir
"Hah.. boleh tahan juga.. Tak apalah, masuklah tidur"
- Zarin
 |
 |
Amir dan Zita cuba melarikan diri
"Nak ke mana ni Amir?" - Zarin
"Saya nak keluar dengan Zita sekejap" - Amir
 |
 |
Zita
dan Zarin
 |
 |
Amir
 |
 |
Amir dan Zita
 |
 |
Jatuh
gaung
 |